Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kajadian nu kaalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajadian nu kaalaman. Tampilkan semua postingan

Pegawai Bank

Satu


Tadi siang Kang Haji pergi ke salah satu Bank ternama di Indonesia untuk mentransfer sejumlah uang. Ketika masuk, Kang Haji di sambut oleh dua mesin ATM yang di depannya sudah ada antrian yang cukup panjang, sekira lima orang di satu mesin ATM, jadi kira-kira ada sepuluh orang yang antri di sana. Masuk sedikit, menjorok ke kanan, di sekat oleh satu tembok, ruang tunggu itu pun sudah di jejali  oleh orang-orang yang menunggu. Mereka yang menunggu, masing-masing sudah memegang karcis antrian, satu orang satpam bertugas memanggil nomor yang tertera di karcis itu.

Yang dipanggil langsung maju ke meja dimana ia berkepentingan; ada yang ke customer sevice, financial consultant, dan lain sebagainya.

Biar rapi. Budayakan antri, begitu kata salah seorang cagub pada pemilihan kemarin, ketika berkampanye.

“empat puluh satu!” seru satpam. Maka bapak yang memakai baju batik Pekalongan dengan peci hitam dan celana hitam pun berdiri, maju ke meja customer service.

“ada yang bisa saya bantu pak?” jawab Mbak Poetry ramah.

Kalian yang baca pasti heran? Darimana Kang Haji bisa mengenali perempuan berparas jelita berkulit putih berkacamata itu. Kalian jangan salah sangka dulu. Kang Haji mengenalnya dari papan nama yang menggantung di dada kirinya, setelah disidik-sidik, namanya Poetry.

" APA SALAHKU ? "

“… Tentu saja kau tak akan mengerti bagaimana lukaku karena angin terlampau bisu untuk sekedar menggambarkan pedihnya. Tentu saja kau tak akan mengerti bagaimana lukaku karena langit seakan kaku untuk sekedar melukiskan nyerinya. Tentu saja kau tak akan mengerti bagaimana lukaku, karena awan terlampau gagu untuk sekedar memberitakan sakitnya. Tentu saja kau tak akan mengerti bagaimana lukaku, karena kau sendiri yang membuat luka itu. Tentu saja kau tak akan mengerti bagaimana lukaku… karena, … karena, aku sendiri tak mau kau tahu akan hal itu. Tentu saja kau tak akan mengerti bagaimana lukaku karena, karena… aku terlanjur mencintaimu..“



Baru hanya sebaris itu yang ia mampu tuliskan, belum sampai jua kepada apa yang dimaksudkan, ia sudah tak kuasa meneruskan. Tersungkur ia menangis tersedu, di balut malam yang sendu. Menahan sepi yang tak terperikan, ia mulai mengiris-iris urat nadinya dengan sisa-sisa pecahan kaca dari gelas yang tadi ia lemparkan ke tembok.

* * * * *

Aku Gak Bakal Bolos Lagi

Barusan ada tetangga Kang Haji curhat perihal kejadian yang dia alami disekolah. Dia bercerita banyak dan sepertinya Dia sangat menyesal dengan kesalahannya yang sering bolos sekolah karena ajakan teman. Kang Haji akan mencoba ceritakan kisahnya disini, yang Kang Haji beri judul; Aku Gak Bakal Bolos Lagi.

Semoga saja ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan jelek ini dan semoga kebaikan selalu menyertai kita semua. Aamiin.






Riki Agus Firmansyah
Sebagai manusia tentunya  kita pernah melakukan kesalahan bahkan mungkin sering, entah itu disengaja ataupun tidak. Terlebih ketika usia muda semisal aku. Tapi aku belajar dari kesalahan itu, belajar untuk tidak kembali mengulangnya, belajar untuk tidak lagi menyia-nyiakan setiap hal yang berguna untuk masa depanku, terlebih sekolahku.

*****

Beberapa hari yang lalu aku kena teguran keras dari sekolah hingga tersiar kabar jika aku akan di DO (Drop Out), seketika aku tersentak bingung, panik dan takut becampur baur menjadi satu. Aku takut jika orang tuaku tahu. Aku bingung bagaimana bila mereka mendengar kabar buruk ini. Dan akupun tak bisa menghindar dari kesalahanku yang sering membolos demi sebuah alasan yang dinamakan solidaritas sesama teman.

" TOLONG AKU PESBUK !!! "

Sebetulnya MALES banget bikin catatan kayak gini, tapi mau gimana lagi, dari pada dipendem terus badan jadi kurus, atau cerita kepada orang lain yang belum tentu mau peduli, lebih baik saya cerita sama pesbuk ja yang memang selalu setia bertanya 'APA YANG ANDA PIKIRKAN ??'. Maka ku Update status tentang perasaanku saat ini juga sebagai jawaban pertanyaan pesbuk tentang apa yang ada dipikiranku.

"Gak enak hati ung !!! Jadi M A L E S ngapa-ngapain. mau makan males, mau berangkat kerja males, pokoknya MALES"
"Kenapa ea ???"
"Perasaan gak enak ini seakan perasaan sakit karna dibohongi. Padahal aku rasa gak ada siapapun yang bohongi aku. Terlebih Dia. Meski kita jarang ketemu karena jarak, tapi,,,"
Ah,,gak mungkin. Positif aja deh !!"

"BERIKAN AKU JAWABAN !!!"

Jika seseorang mencintaimu. Kenapa Ia bisa menyakiti hatimu ?Andai seseorang berjanji setia padamu. Mengapa Ia memberi keraguan dihatimu ??

Hati memang sangatlah unik, penuh dengan berbagai misteri dan sering kali tak sejalan dengan apa yang ada dipikiran maupun dengan apa yang mulut ucapkan. Semuanya adalah misteri bila berhubungan dengan Hati.

Adakah dari kalian yang mampu mengerti akan misteri dari hati ??

TOLONGLAH !!! Berikan aku pemahaman akan rahasia hatinya agar aku tak larut dalam kesesatan hatiku yang menuju ke hatinya.

JUJUR AKU SANGAT MENCINTAINYA, namun saat ini aku dalam kesakitan karena cintaku kepadanya. Adakah dia tahu ?? Dan jikapun Dia tahu. Akankah Dia mengerti akan sakitnya rasaku. SUNGGUH !!!

(T_T) hiks,,,hiks,,,hiks,,,
_______________
Jakarta, 27 Juli 2011

Nuri Sella Harpiani

" Dia Sang Penggoda "

Meillani Ristiani
Suatu malam,,,
Pukul 21.25 wib.

Aku duduk diteras halaman kos-kosan, menengadah memandang langit yang berhias bulan dengan taburan bintang yang kadang terturup awan. Anganku menerawang terbang memutar kenangan akan kisah cinta lalu yang ternoda oleh pesona kepalsuan serta lembutnya kasih seorang pendusta.

Beberapa waktu yang lalu, aku sempat bahagia karena merasa telah menemukan seseorang yang mampu mengisi kekosongan dihatiku. Kehadirannya mampu merubah segalanya. Kehampaan yang kupunya diganti dengan keceriaan yang membius hingga tak sadar jika dalam waktu yang bersamaan ia berikan juga derita yang berkepanjangan.

''A nggak berharap kita pisah''

Yuli Apriliawati
Kenapa sich kamu gak pernah mau selesaiin masalah?? Kenapa mesti larinya kesitu?? Setiap ada masalah yang A bahas agar ada penyelesaian, kamu selalu bilang; ''Udah ah ! Jangan bahas yang itu lagi.''
Semua mengendap begitu saja tanpa solusi.

Kamu salalu bilang; ''Ngertiin aku atuh A !!!'' Sementara kamu sendiri gak bercermin, apa pernah kamu ngertiin A?
Kamu cuma bisa ngomong; ''aku gak suka A kayak gini !''. Kamu sendiri gak mikirin perasaan A. Apa A nyaman dengan sikap kamu?.

A belajar buat nerima semuanya dengan sabar, dengan harapan kita bisa saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. A selalu nurutin keinginan kamu, walau kadang bertolak belakang dengan yang A harap. Tapi tetap A jalani, karena A dah bertekad bahwa A akan berubah untuk selalu menyayangi kamu dengan tulus dan menjadilan kamu tujuan terakhir A.
Tapi apa yang A dapat? Semua yang A perbuat dan A berikan, baik perasaan atau apapun itu, semuanya seakan salah dimata kamu, tak ada penghargaan sedikitpun.

"I'M IS YOUR SECRET ADMIROR"

Pagi ini,
Shella Nurjannah
Aku memandang mu dari jauh,
Kulihat keramahan senyumu menebar penuh ketulusan kepada semua orang yang datang,
Begitu pula pandanganmu,
Yang sorotannya dipenuhi kehangatan kasih yang suci.

Aku disini hanya mampu memandangmu dari jauh,
Tak mampu menyentuh,
Apalagi memiliki.

Tak terasa mentari mulai meninggi,
Senyumu masih saja berseri dengan keramahan,
Begitu pula pandanganmu,
Seperti tak lelah menebar kehangatan kasih yang suci.

"Punguk yang merindukan bulan"

Shella Nurjannah
Seorang sahabat bertanya padaku;
"Adakah yang kau suka diantara mereka?"

"Tentu saja." Jawabku.

"Siapa dia?"

Pandanganku mengarah kepada seseorang,,dan dengan isyarat anggukan kuberi tahu ia.

"Oh, jadi dia yang membuatmu bertingkah aneh beberapa waktu ini."

Aku hanya tersenyum tak menjawab.

"INI BUKAN KESALAHAN"

1.

Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, tiada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya, bahkan Nabi sekalipun, pernah melakukan kesalahan. Apalagi kita, Nabi bukan, malaikat juga bukan? Sudah barang tentu sering melakukan kesalahan, disadari atau tidak. Di akui atau tidak.

Kita pernah salah memilih kostum, ketika di undang ke pesta pernikahan. Salah masuk kamar mandi, seharusnya perempuan, malah lelaki. Salah mengetik hurur F malah menjadi huruf R. Salah memilih jurusan, mestinya jurusan teknik malah jurusan seni tari. Salah memasang kabel, salah posisi tidur akhirnya sakit leher. Salah makan, akhirnya pagi-pagi, mencret, dan teler. Salah, salah dan salah. Kita banyak melakukan kesalahan.

Sesungguhnya kita begitu sering melakukan kesalahan. Hanya saja, terkadang tidak jarang orang yang pada dasarnya benar melakukan salah, tetapi tidak pernah mengakui bahwa apa yang diperbuatnya itu salah. Para pejabat yang maling uang rakyat, tak pernah sedikitpun merasa salah, para ustad yang selalu saja mekampanyekan glamoritas di depan media televisi, sebenar-benarnya salah. Hanya saja, demi perjalanan dakwah, entah karir, dia tidak mengakui bahwa itu salah. Banyak sudah kesalahan yang disangkal. Sedikit saja orang yang bisa dengan cepat mengaku bersalah, sebagiannya lagi, mereka menunggu bukti dan penjelasan bahwa dia memang benar salah; dia tidak sadar. Dia begitu benar. Dia sedemikian benar.

Oleh karena itulah, Haji Nonoh kembali menatap langit.

Dia hendak menanyakan kepada Tuhan, apakah yang dilakukannya itu salah atau tidak? Tentu saja, tidak ada jawaban dari langit. Bukan berarti Tuhan sedang sibuk, Tuhan tidak pernah sibuk. Tuhan tidak pernah ngantuk. Tapi juga Tuhan tidak pernah kentut. Hanya saja patut di ketahui, sudah lama Tuhan tidak lagi berkomunikasi dengan manusia lewat langit. Semenjak di hentikannya wahyu pada manusia yang bernama Muhammad SAW.

Kendati demikian, Haji Nonoh tetap menatap langit.

"Sumarna Si Penjaga Villa : [Bagian 2]"

/c/


Sekitar jam delapan, setelah memastikan semuanya lancar. Moko berangkat kerja, ke pasar ikan. Tinggalah Didin dan Marna berbagi tugas untuk mengerjakan tugas harian. Mengepel, menyapu, menguras bak mandi, membenarkan atap yang bocor dan pelbagai macam pekerjaan rumah tangga lainnya, termasuk memasak. 


Sekitar jam sembilanan, Marna pergi ke ruangan warnet yang berada tak jauh dari bagunan Villa, sementara Didin masih berkutat didapur untuk menyiapkan sarapan, yang memang hari ini adalah tugas Didin dalam urusan dapur. Semua tugas mereka kerjakan sama-sama, kecuali memasak, mereka sepakat untuk membagi tugas ini karena yang satu harus menjaga warnet. Hari ini Didin memasak, Marna menjaga warnet. Besok Marna memasak dan Didin menjaga warnet. Begitu seterusnya.


Marna mengambil sapu dan membersihkan seluruh ruangan warnet, setelah sebelumnya menyalakan komputer utama dan empat komputer lainnya agar siap digunakan oleh para pengunjung warnet yang sebetulnya memang sepi dari pengunjung. Sejatinya warnet itu disediakan Haji Nonoh hanya untuk membantu para pekerjanya agar tidak jenuh ketika tak ada kegiatan berarti di Villa.

"Sumarna Si Penjaga Villa : [Bagian 1]"



Tentu saja kita harus selalu mensyukuri atas segala karunia yang telah di berikan Tuhan dalam hidup ini. Sekecil apapun itu pemberian, dalam segala helaan nafas, sudah sepantasnyalah kita memanjatkan puji dan syukur. Atas keagungan Tuhan.  Sang Maha pencipta. Maha Segalanya. 


Namun kemudian, kita sebagai manusia yang diciptakan dengan nafsu terkadang entah karena alasan apa, rasa syukur yang seyogyanya mesti selalu tertanam dalam pikiran dan hati kita, suka mendadak hilang.  Kita dibangunkan oleh sebuah kesadaran bahwa apa yang kita dapatkan ternyata belum cukup, kenyataan hidup meminta lebih dari apa yang telah kita dapatkan kini. Yang kita dapatkan hanya sepuluh ribu, ternyata pengeluaran sudah melebihi itu.  


Dan di atas segala penerimaan berkah dan karunia yang telah di berikan, di atas segala kekurangan akan kebutuhan hidup, di atas segala sesuatunya, cerita ini di tuturkan.




*****



"JAJAKA LANGIT DAN BUMI (Ash Lee Soon dan Shie Nya Yee)"


Ash Lee Soon sedang berdiri di depan pintu rumahnya. Mematung. Menatap suasana yang kian kelam. Di depan pelupuk matanya ada bulan purnama menggantung. Waktu setempat menunjukkan jam dua belas malam. Saat yang sangat tepat buat istirahat, bukan berkeliaran di luar dengan wajah yang penat. Sungguh sesak.

*****

Di suatu siang. Di sebuah taman, di depan gerobak es campur seharga lima ribu rupiah satu porsi. Bercengkrama dua insan bernama Ash Lee Soon dan Shie Nya Yee.

“Kang? Kapan kita mau nikah? Nya Yee, udah bosan di tanyain sama abah?” tanya Shie Nya Yee.

“emang, Nya Yee suka di tanyain apa aja sama abah?” jawab Ash.

“ya, segala macam, nanya inilah… itulah…,”

Ash menerawang. Tatapannya kosong. Kembali Nya Yee berbicara.

“Kang kemarin juga ada lelaki yang datang ke rumah, kata Umi sih Polisi, sudah mapan, tinggi, tampan, untungnya saja Nya Yee gak ada di rumah. Jadi abah gak bisa memaksa Nya Yee buat ngobrol dengan Pheu Nyaa Moon”

“siapa Pheu Nyaa Moon?” tanya Ash singkat

“iya polisi itu namanya Pheu Nyaa Moon anaknya bos Mah Ling”

“oh….”

Ash kembali hanyut dalam lamunan, menerawang. Tatapannya kosong.

*****

Nya Yee dan Ash sudah menjalin hubungan selama kurang lebih satu tahun. Mereka berdua di pertemukan oleh nasib di kampung halamannya; Sukabumi.

Ash hanyalah pria biasa, lulusan dari salah satu SMK swasta di Sukabumi. Selepas lulus Ash bekerja sebagai Pramuniaga di salah satu toko penjual telepon selular/handphone tak jauh dari rumahnya. Sedangkan Nyaa Yee adalah seorang Operator diperusahaan jasa milik Om-nya, tak jauh dari tempat Ash bekerja. Disanalah awal mula mereka bertemu.

" CERITA NYATA : MIMPIKU TADI MALAM"


Kungsi Di upload dina pesbuk Haji Nonoh kaping 2 Juni 2011 pukul 18:28


Malam tadi aku bermimpi. Dalam mimpi itu aku berada disebuah tempat wisata diluar kota Sukabumi. Tepatnya dikota mana, aku tak tahu. Aku berangkat dengan naik angkutan AKDP(angkutan kota dalam provinsi). Itulah yang membuat aku yakin kalau aku berada diluar Kota Sukabumi. Ditempat wisata entah berantah itu aku bertemu dengan sahabat yang kukenal lewat dunia maya (Facebook). Katanya Ia berasal dari Skotlandia. Lalu kami ngobrol panjang lebar, entah apa yang kami bincangkan. Aku sama sekali tak tahu. Karena bahasa inggris british ku bertabrakan dengan bahasa skotlandia yang ia banggakan (jangan percaya, yang kubisa hanya bahasa lokal dan nasional. Hehehe,,,).

Meski gak nyambung kami tetap saja ngobrol. Selepas itu, aku diajaknya berkeliling di skotlandia sana. Aku tahu itu Skotlandia karena aku melihat pedang William Wallace tertancap ditengah padang rumput, bekas perang dulu dengan inggris, seperti yang kuingat dalam suatu adegan film Brave Heart yang diperankan MelGibson (kalau tak salah tulis judul dan pemerannya).

Setelah itu semua berubah. Yang kuinjak kini bukanlah padang rumput skotlandia tapi jalanan ramai ditengah kota London-Inggris. Sungguh aneh mimpiku ini, semua berubah tanpa terasa; hanya ada dalam dunia mimpi. Kawanku yang berasal dari skotlandia pun lenyap entah kemana. Aku ditinggal sendiri dikota London.