Ini
adalah sesuatu yang Kang Haji temukan dan harus Kang Haji sampaikan padamu,
Shella. Kang Haji yakin hatimu begitu lapang untuk memaafkan kesalahan yang
mungkin pernah ia buat padamu. Kang Haji yakin akan hal itu. Maapkanlah Dia.
Total Tayangan Halaman
Tampilkan postingan dengan label Carita Cinta-Cintaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Carita Cinta-Cintaan. Tampilkan semua postingan
"Kamu Tak kan Menemukannya Lagi"
Namanya Obel Sebastian. Nama yang tak umum bagi orang sunda kebanyakan. Entahlah, apa
yang ada dipikiran kedua orang tuanya dahulu hingga menamakannya sepert itu.
Dulu,
aku mengenalnya sebagai seorang pria yang penuh harapan dan cita-cita. Sebagai
seorang pria yang selalu kuat dalam memperjuangkan keinginannya tanpa lelah,
tanpa mengenal kata menyerah meskipun beribu aral menerjangnya. Akan tetapi,
beberapa hari yang lau aku menemukannya dalam keadaan tak biasa, bukan sosok
Obel yang kukenal dulu pantang menyerah dan kuat. Aku menemukannya begitu
lemah, bahkan sangat.
" APA SALAHKU ? "
“… Tentu saja kau tak akan mengerti bagaimana lukaku karena angin terlampau bisu untuk sekedar menggambarkan pedihnya. Tentu saja kau tak akan mengerti bagaimana lukaku karena langit seakan kaku untuk sekedar melukiskan nyerinya. Tentu saja kau tak akan mengerti bagaimana lukaku, karena awan terlampau gagu untuk sekedar memberitakan sakitnya. Tentu saja kau tak akan mengerti bagaimana lukaku, karena kau sendiri yang membuat luka itu. Tentu saja kau tak akan mengerti bagaimana lukaku… karena, … karena, aku sendiri tak mau kau tahu akan hal itu. Tentu saja kau tak akan mengerti bagaimana lukaku karena, karena… aku terlanjur mencintaimu..“
…
Baru hanya sebaris itu yang ia mampu tuliskan, belum sampai jua kepada apa yang dimaksudkan, ia sudah tak kuasa meneruskan. Tersungkur ia menangis tersedu, di balut malam yang sendu. Menahan sepi yang tak terperikan, ia mulai mengiris-iris urat nadinya dengan sisa-sisa pecahan kaca dari gelas yang tadi ia lemparkan ke tembok.
…
Baru hanya sebaris itu yang ia mampu tuliskan, belum sampai jua kepada apa yang dimaksudkan, ia sudah tak kuasa meneruskan. Tersungkur ia menangis tersedu, di balut malam yang sendu. Menahan sepi yang tak terperikan, ia mulai mengiris-iris urat nadinya dengan sisa-sisa pecahan kaca dari gelas yang tadi ia lemparkan ke tembok.
* * * * *
"To All The Girls I've Loved Before"
Panggil Kang Haji melankoli, tak apa, Kang Haji tak akan benci. Panggil saja seperti itu. Karena memang begitulah keadaannya. Kang Haji tak akan menolak, menyangkal bahkan mengingkari.
Malam ini juga
seperti itu, bayangan melankoli menghantui lagi, menelusup begitu saja, di
depan layar kaca, seolah tak mau berhenti, berlari-lari menyerang sana-sini,
semua kenangan di hati yang sudah lama kurapikan di almari memori tentang semua
perempuan yang pernah Kang Haji cintai.
Oh, Julio… kamu
telah berhasil membangkitkan semua ingatan itu tepat dihadapanku. Nyaris membuat
luka, persis dengan seribu sesal, sepenuh kesal pada sejuta peristiwa yang
tidak bisa kuulangi lagi bersama mereka, bersama-sama perempuan yang kini
sebagian dari mereka sudah memiliki suami, bahkan berniat memiliki anak lagi.
To all the girls I've loved before. Who travelled in and out my door.I'm glad they came along. I dedicate this song.*
''.......HENTIKAN.....!!!''
Aku tahu,,
Hatiku sangatlah lemah,
Begitu lemahnya hingga, , ,
Mudah bagiku untuk suka,
Mudah pula bagiku untuk benci,
Mudah menerima,
Mudah juga memberi,
Tapi bukan berarti untuk kau permainkan,,
Keluar masuk sesuka hati,,
Kau minta aku,
Tuk kemudian kau campakkan.
Kau belai aku,
Tuk kemudian kau bunuh dengan kehangatannya.
''Tidakkah kau mengerti tentang kelembutan hati !!''
Hatiku sangatlah lemah,
Begitu lemahnya hingga, , ,
Mudah bagiku untuk suka,
Mudah pula bagiku untuk benci,
Mudah menerima,
Mudah juga memberi,
Tapi bukan berarti untuk kau permainkan,,
Keluar masuk sesuka hati,,
Kau minta aku,
Tuk kemudian kau campakkan.
Kau belai aku,
Tuk kemudian kau bunuh dengan kehangatannya.
''Tidakkah kau mengerti tentang kelembutan hati !!''
" TOLONG AKU PESBUK !!! "
Sebetulnya MALES banget bikin catatan kayak gini, tapi mau gimana lagi, dari pada dipendem terus badan jadi kurus, atau cerita kepada orang lain yang belum tentu mau peduli, lebih baik saya cerita sama pesbuk ja yang memang selalu setia bertanya 'APA YANG ANDA PIKIRKAN ??'. Maka ku Update status tentang perasaanku saat ini juga sebagai jawaban pertanyaan pesbuk tentang apa yang ada dipikiranku.
"Gak enak hati ung !!! Jadi M A L E S ngapa-ngapain. mau makan males, mau berangkat kerja males, pokoknya MALES"
"Kenapa ea ???"
"Perasaan gak enak ini seakan perasaan sakit karna dibohongi. Padahal aku rasa gak ada siapapun yang bohongi aku. Terlebih Dia. Meski kita jarang ketemu karena jarak, tapi,,,"
Ah,,gak mungkin. Positif aja deh !!"
"BERIKAN AKU JAWABAN !!!"
Jika seseorang mencintaimu. Kenapa Ia bisa menyakiti hatimu ?Andai seseorang berjanji setia padamu. Mengapa Ia memberi keraguan dihatimu ??
Hati memang sangatlah unik, penuh dengan berbagai misteri dan sering kali tak sejalan dengan apa yang ada dipikiran maupun dengan apa yang mulut ucapkan. Semuanya adalah misteri bila berhubungan dengan Hati.
Adakah dari kalian yang mampu mengerti akan misteri dari hati ??
TOLONGLAH !!! Berikan aku pemahaman akan rahasia hatinya agar aku tak larut dalam kesesatan hatiku yang menuju ke hatinya.
JUJUR AKU SANGAT MENCINTAINYA, namun saat ini aku dalam kesakitan karena cintaku kepadanya. Adakah dia tahu ?? Dan jikapun Dia tahu. Akankah Dia mengerti akan sakitnya rasaku. SUNGGUH !!!
(T_T) hiks,,,hiks,,,hiks,,,
Hati memang sangatlah unik, penuh dengan berbagai misteri dan sering kali tak sejalan dengan apa yang ada dipikiran maupun dengan apa yang mulut ucapkan. Semuanya adalah misteri bila berhubungan dengan Hati.
Adakah dari kalian yang mampu mengerti akan misteri dari hati ??
TOLONGLAH !!! Berikan aku pemahaman akan rahasia hatinya agar aku tak larut dalam kesesatan hatiku yang menuju ke hatinya.
JUJUR AKU SANGAT MENCINTAINYA, namun saat ini aku dalam kesakitan karena cintaku kepadanya. Adakah dia tahu ?? Dan jikapun Dia tahu. Akankah Dia mengerti akan sakitnya rasaku. SUNGGUH !!!
(T_T) hiks,,,hiks,,,hiks,,,
_______________
Jakarta, 27 Juli 2011
![]() |
| Nuri Sella Harpiani |
" Dia Sang Penggoda "
![]() |
| Meillani Ristiani |
Pukul 21.25 wib.
Aku duduk diteras halaman kos-kosan, menengadah memandang langit yang berhias bulan dengan taburan bintang yang kadang terturup awan. Anganku menerawang terbang memutar kenangan akan kisah cinta lalu yang ternoda oleh pesona kepalsuan serta lembutnya kasih seorang pendusta.
Beberapa waktu yang lalu, aku sempat bahagia karena merasa telah menemukan seseorang yang mampu mengisi kekosongan dihatiku. Kehadirannya mampu merubah segalanya. Kehampaan yang kupunya diganti dengan keceriaan yang membius hingga tak sadar jika dalam waktu yang bersamaan ia berikan juga derita yang berkepanjangan.
Aku duduk diteras halaman kos-kosan, menengadah memandang langit yang berhias bulan dengan taburan bintang yang kadang terturup awan. Anganku menerawang terbang memutar kenangan akan kisah cinta lalu yang ternoda oleh pesona kepalsuan serta lembutnya kasih seorang pendusta.
Beberapa waktu yang lalu, aku sempat bahagia karena merasa telah menemukan seseorang yang mampu mengisi kekosongan dihatiku. Kehadirannya mampu merubah segalanya. Kehampaan yang kupunya diganti dengan keceriaan yang membius hingga tak sadar jika dalam waktu yang bersamaan ia berikan juga derita yang berkepanjangan.
''A nggak berharap kita pisah''
![]() |
| Yuli Apriliawati |
Kenapa sich kamu gak pernah mau selesaiin masalah?? Kenapa mesti larinya kesitu?? Setiap ada masalah yang A bahas agar ada penyelesaian, kamu selalu bilang; ''Udah ah ! Jangan bahas yang itu lagi.''
Semua mengendap begitu saja tanpa solusi.
Kamu salalu bilang; ''Ngertiin aku atuh A !!!'' Sementara kamu sendiri gak bercermin, apa pernah kamu ngertiin A?
Kamu cuma bisa ngomong; ''aku gak suka A kayak gini !''. Kamu sendiri gak mikirin perasaan A. Apa A nyaman dengan sikap kamu?.
A belajar buat nerima semuanya dengan sabar, dengan harapan kita bisa saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. A selalu nurutin keinginan kamu, walau kadang bertolak belakang dengan yang A harap. Tapi tetap A jalani, karena A dah bertekad bahwa A akan berubah untuk selalu menyayangi kamu dengan tulus dan menjadilan kamu tujuan terakhir A.
Tapi apa yang A dapat? Semua yang A perbuat dan A berikan, baik perasaan atau apapun itu, semuanya seakan salah dimata kamu, tak ada penghargaan sedikitpun.
Semua mengendap begitu saja tanpa solusi.
Kamu salalu bilang; ''Ngertiin aku atuh A !!!'' Sementara kamu sendiri gak bercermin, apa pernah kamu ngertiin A?
Kamu cuma bisa ngomong; ''aku gak suka A kayak gini !''. Kamu sendiri gak mikirin perasaan A. Apa A nyaman dengan sikap kamu?.
A belajar buat nerima semuanya dengan sabar, dengan harapan kita bisa saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. A selalu nurutin keinginan kamu, walau kadang bertolak belakang dengan yang A harap. Tapi tetap A jalani, karena A dah bertekad bahwa A akan berubah untuk selalu menyayangi kamu dengan tulus dan menjadilan kamu tujuan terakhir A.
Tapi apa yang A dapat? Semua yang A perbuat dan A berikan, baik perasaan atau apapun itu, semuanya seakan salah dimata kamu, tak ada penghargaan sedikitpun.
"I'M IS YOUR SECRET ADMIROR"
Pagi ini,
Aku memandang mu dari jauh,
Kulihat keramahan senyumu menebar penuh ketulusan kepada semua orang yang datang,
Begitu pula pandanganmu,
Yang sorotannya dipenuhi kehangatan kasih yang suci.
Aku disini hanya mampu memandangmu dari jauh,
Tak mampu menyentuh,
Apalagi memiliki.
Tak terasa mentari mulai meninggi,
Senyumu masih saja berseri dengan keramahan,
Begitu pula pandanganmu,
Seperti tak lelah menebar kehangatan kasih yang suci.
![]() |
| Shella Nurjannah |
Kulihat keramahan senyumu menebar penuh ketulusan kepada semua orang yang datang,
Begitu pula pandanganmu,
Yang sorotannya dipenuhi kehangatan kasih yang suci.
Aku disini hanya mampu memandangmu dari jauh,
Tak mampu menyentuh,
Apalagi memiliki.
Tak terasa mentari mulai meninggi,
Senyumu masih saja berseri dengan keramahan,
Begitu pula pandanganmu,
Seperti tak lelah menebar kehangatan kasih yang suci.
"Punguk yang merindukan bulan"
![]() |
| Shella Nurjannah |
"Adakah yang kau suka diantara mereka?"
"Tentu saja." Jawabku.
"Siapa dia?"
Pandanganku mengarah kepada seseorang,,dan dengan isyarat anggukan kuberi tahu ia.
"Oh, jadi dia yang membuatmu bertingkah aneh beberapa waktu ini."
Aku hanya tersenyum tak menjawab.
"INI BUKAN KESALAHAN"
1.
Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, tiada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya, bahkan Nabi sekalipun, pernah melakukan kesalahan. Apalagi kita, Nabi bukan, malaikat juga bukan? Sudah barang tentu sering melakukan kesalahan, disadari atau tidak. Di akui atau tidak.
Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, tiada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya, bahkan Nabi sekalipun, pernah melakukan kesalahan. Apalagi kita, Nabi bukan, malaikat juga bukan? Sudah barang tentu sering melakukan kesalahan, disadari atau tidak. Di akui atau tidak.
Kita pernah salah memilih kostum, ketika di undang ke pesta pernikahan. Salah masuk kamar mandi, seharusnya perempuan, malah lelaki. Salah mengetik hurur F malah menjadi huruf R. Salah memilih jurusan, mestinya jurusan teknik malah jurusan seni tari. Salah memasang kabel, salah posisi tidur akhirnya sakit leher. Salah makan, akhirnya pagi-pagi, mencret, dan teler. Salah, salah dan salah. Kita banyak melakukan kesalahan.
Sesungguhnya kita begitu sering melakukan kesalahan. Hanya saja, terkadang tidak jarang orang yang pada dasarnya benar melakukan salah, tetapi tidak pernah mengakui bahwa apa yang diperbuatnya itu salah. Para pejabat yang maling uang rakyat, tak pernah sedikitpun merasa salah, para ustad yang selalu saja mekampanyekan glamoritas di depan media televisi, sebenar-benarnya salah. Hanya saja, demi perjalanan dakwah, entah karir, dia tidak mengakui bahwa itu salah. Banyak sudah kesalahan yang disangkal. Sedikit saja orang yang bisa dengan cepat mengaku bersalah, sebagiannya lagi, mereka menunggu bukti dan penjelasan bahwa dia memang benar salah; dia tidak sadar. Dia begitu benar. Dia sedemikian benar.
Oleh karena itulah, Haji Nonoh kembali menatap langit.
Dia hendak menanyakan kepada Tuhan, apakah yang dilakukannya itu salah atau tidak? Tentu saja, tidak ada jawaban dari langit. Bukan berarti Tuhan sedang sibuk, Tuhan tidak pernah sibuk. Tuhan tidak pernah ngantuk. Tapi juga Tuhan tidak pernah kentut. Hanya saja patut di ketahui, sudah lama Tuhan tidak lagi berkomunikasi dengan manusia lewat langit. Semenjak di hentikannya wahyu pada manusia yang bernama Muhammad SAW.
Kendati demikian, Haji Nonoh tetap menatap langit.
"JAJAKA LANGIT DAN BUMI (Ash Lee Soon dan Shie Nya Yee)"
Ash Lee Soon sedang berdiri di depan pintu rumahnya. Mematung.
Menatap suasana yang kian kelam. Di depan pelupuk matanya ada bulan
purnama menggantung. Waktu setempat menunjukkan jam dua belas malam.
Saat yang sangat tepat buat istirahat, bukan berkeliaran di luar dengan
wajah yang penat. Sungguh sesak.
Di suatu siang. Di sebuah taman, di depan gerobak es campur seharga lima ribu rupiah satu porsi. Bercengkrama dua insan bernama Ash Lee Soon dan Shie Nya Yee.
“Kang? Kapan kita mau nikah? Nya Yee, udah bosan di tanyain sama abah?” tanya Shie Nya Yee.
“emang, Nya Yee suka di tanyain apa aja sama abah?” jawab Ash.
“ya, segala macam, nanya inilah… itulah…,”
Ash menerawang. Tatapannya kosong. Kembali Nya Yee berbicara.
“Kang kemarin juga ada lelaki yang datang ke rumah, kata Umi sih Polisi, sudah mapan, tinggi, tampan, untungnya saja Nya Yee gak ada di rumah. Jadi abah gak bisa memaksa Nya Yee buat ngobrol dengan Pheu Nyaa Moon”
“siapa Pheu Nyaa Moon?” tanya Ash singkat
“iya polisi itu namanya Pheu Nyaa Moon anaknya bos Mah Ling”
“oh….”
Ash kembali hanyut dalam lamunan, menerawang. Tatapannya kosong.
Nya Yee dan Ash sudah menjalin hubungan selama kurang lebih satu tahun. Mereka berdua di pertemukan oleh nasib di kampung halamannya; Sukabumi.
Ash hanyalah pria biasa, lulusan dari salah satu SMK swasta di Sukabumi. Selepas lulus Ash bekerja sebagai Pramuniaga di salah satu toko penjual telepon selular/handphone tak jauh dari rumahnya. Sedangkan Nyaa Yee adalah seorang Operator diperusahaan jasa milik Om-nya, tak jauh dari tempat Ash bekerja. Disanalah awal mula mereka bertemu.
*****
Di suatu siang. Di sebuah taman, di depan gerobak es campur seharga lima ribu rupiah satu porsi. Bercengkrama dua insan bernama Ash Lee Soon dan Shie Nya Yee.
“Kang? Kapan kita mau nikah? Nya Yee, udah bosan di tanyain sama abah?” tanya Shie Nya Yee.
“emang, Nya Yee suka di tanyain apa aja sama abah?” jawab Ash.
“ya, segala macam, nanya inilah… itulah…,”
Ash menerawang. Tatapannya kosong. Kembali Nya Yee berbicara.
“Kang kemarin juga ada lelaki yang datang ke rumah, kata Umi sih Polisi, sudah mapan, tinggi, tampan, untungnya saja Nya Yee gak ada di rumah. Jadi abah gak bisa memaksa Nya Yee buat ngobrol dengan Pheu Nyaa Moon”
“siapa Pheu Nyaa Moon?” tanya Ash singkat
“iya polisi itu namanya Pheu Nyaa Moon anaknya bos Mah Ling”
“oh….”
Ash kembali hanyut dalam lamunan, menerawang. Tatapannya kosong.
*****
Nya Yee dan Ash sudah menjalin hubungan selama kurang lebih satu tahun. Mereka berdua di pertemukan oleh nasib di kampung halamannya; Sukabumi.
Ash hanyalah pria biasa, lulusan dari salah satu SMK swasta di Sukabumi. Selepas lulus Ash bekerja sebagai Pramuniaga di salah satu toko penjual telepon selular/handphone tak jauh dari rumahnya. Sedangkan Nyaa Yee adalah seorang Operator diperusahaan jasa milik Om-nya, tak jauh dari tempat Ash bekerja. Disanalah awal mula mereka bertemu.
Langganan:
Postingan (Atom)







