Total Tayangan Halaman

"Punguk yang merindukan bulan"

Shella Nurjannah
Seorang sahabat bertanya padaku;
"Adakah yang kau suka diantara mereka?"

"Tentu saja." Jawabku.

"Siapa dia?"

Pandanganku mengarah kepada seseorang,,dan dengan isyarat anggukan kuberi tahu ia.

"Oh, jadi dia yang membuatmu bertingkah aneh beberapa waktu ini."

Aku hanya tersenyum tak menjawab.
Ia adalah wanita dengan balutan kerudung hitam menghias kepalanya dimana kesederhanaan terlihat jelas dalam perilakunya yang disertai keramahan yang memancar luas dari matanya, seakan ia mampu menenggelamkan siapapun yang menerima tatapannya kedalam rasa nyaman tak terhingga dan tak satupun dari hukum-hukum manusia yang mampu menemukan jejaknya.

Disaat kulihat keindahannya, tak sedikitpun aku mampu melupakannya. Ia melemahkanku, namun ia juga mampu membuatku bertahan.
Aku tak mengerti MISTERI apa yang ia beri pada rasaku.

Lalu aku berusaha untuk mengenalnya lebih jauh agar aku dapat mengerti akan misteri dari rasa yang kupendam.
Namun, keingintahuan yang besar akan dirinya menumbuhkan tunas-tunas kerinduan yang mendalam dimana bayangannya selalu datang tatkala kumulai pejamkan mata.

Aku berharap ia membuka hatinya atau paling tidak memberiku sedikit celah agar ia tahu bahwa aku layak mendapat tempat dihatinya dan aku tak kan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ia berikan dengan menyerahkan seluruh hatiku beserta ketulusan dari kasih yang agung.

Hari demi hari kulalui penuh semangat tuk memiliki hatinya. Seperti kemarin kutunggu ia di pintu hati yang itu, berharap ia memberiku kesempatan tuk masuk dan mengenalkan hatiku. Juga hari ini aku tetap bertahan dan menunggu dipintu yang lain dengan harap yang sama. Lalu esok dipintu mana aku harus menunggu dan bertahan jika setiap pintumu selalu tertutup untukku.

Akhirnya tibalah saat lelah merambah kedalam rasa dimana kesabaran yang kupunya terbunuh pedang keputusasaan.
Disinilah akhir dari perjuanganku yang berakhir dan mati dalam ketidakpastian. Semangatku yang membara tak sedikitpun mampu melunakkan kerasnya hatimu.

Kini,,bagiku kau adalah bulan dimana cahayanya dimiliki semua orang, begitu pula dengan kelembutan dan kehangatannya.

"Akulah punguk yang merindukan bulan."
____________________________________________________
Kenangan di Cimahi, 23 Sept 2010 ( Untuk gadis berkerudung manja)

2 komentar:

Terima kasih atas kunjungannya serta atas semua apresiasi yang telah diberikan.
Semoga kebaikan selalu menyertai kita semua.
Aamiin.