Total Tayangan Halaman

''A nggak berharap kita pisah''

Yuli Apriliawati
Kenapa sich kamu gak pernah mau selesaiin masalah?? Kenapa mesti larinya kesitu?? Setiap ada masalah yang A bahas agar ada penyelesaian, kamu selalu bilang; ''Udah ah ! Jangan bahas yang itu lagi.''
Semua mengendap begitu saja tanpa solusi.

Kamu salalu bilang; ''Ngertiin aku atuh A !!!'' Sementara kamu sendiri gak bercermin, apa pernah kamu ngertiin A?
Kamu cuma bisa ngomong; ''aku gak suka A kayak gini !''. Kamu sendiri gak mikirin perasaan A. Apa A nyaman dengan sikap kamu?.

A belajar buat nerima semuanya dengan sabar, dengan harapan kita bisa saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. A selalu nurutin keinginan kamu, walau kadang bertolak belakang dengan yang A harap. Tapi tetap A jalani, karena A dah bertekad bahwa A akan berubah untuk selalu menyayangi kamu dengan tulus dan menjadilan kamu tujuan terakhir A.
Tapi apa yang A dapat? Semua yang A perbuat dan A berikan, baik perasaan atau apapun itu, semuanya seakan salah dimata kamu, tak ada penghargaan sedikitpun.


A berharap kamu lebih dewasa dalam menghadapi masalah, bukan seperti ini.
A sayang kamu, A ingin kita bertemu untuk selesaikan semua, karena sesuatu yang berawal baik harus berakhir baik pula.

Semua butuh waktu agar bisa berpikir dengan baik, dengan kepala dingin bukan dengan emosi.

A sadar, A sering salah dan A mengakui semuanya dengan meminta maap setulus hati serta berusaha untuk tidak mngulanginya kembali. Bukan terpaksa seperti yang sering kamu ucap; ''Ya udah lah semua ini memang salahku ! Tentu kamu ingat dengan kalimat itu.

sekali lagi, A sayang kamu semua yang A lakukan karena A sayang kamu.
A gak mau berakhir seperti ini, berakhir dengan ketidakpastian dan prasangka yang tak jelas.
Bisakah kamu mengerti itu??
Bisakah kita sama-sama belajar hadapi masalah dengan pengertian serta menyelesaikannya dengan bijak dan penuh kedewasaan? Bukan dengan ego dan emosi yang berlebihan!
Tidak ingatkah janji yang pernah kamu ucap dengan mengatas namakan tuhan? Seandainya saja janji itu adalah pedang yang menempel dilehermu, apalah jadinya jika kau langgar.

A gak pernah nuntut apapun yang berlebihan (menurut A). A hanya minta kita sama-sama belajar menerima kekurangan serta kelebihan yang kita punya dengan penuh pengertian, bukan mencari-cari alasan untuk menyalahkan dan menghujat.
Apa ini yang kamu sebut kasih sayang?? (A harap bukan).

A sayang kamu, sampai kapanpun perasaan A gak bakal berubah, sekarang kita cari ketenangan dulu, biar bisa berpikir jernih.
Maap bila selama ini ada banyak perilaku dan kata-kata A yang membuatmu kecewa dan sakit,
esok kita benahi semua, jikapun harus berakhir, A harap berakhir dengan baik seperti awal yang kita buat dulu. Namun A berharap perpisahan bukanlah menjadi keputusan kita.
______________________________
Memoriam in Cimahi, 28 Desember 2009

2 komentar:

Terima kasih atas kunjungannya serta atas semua apresiasi yang telah diberikan.
Semoga kebaikan selalu menyertai kita semua.
Aamiin.