Total Tayangan Halaman

" Dia Sang Penggoda "

Meillani Ristiani
Suatu malam,,,
Pukul 21.25 wib.

Aku duduk diteras halaman kos-kosan, menengadah memandang langit yang berhias bulan dengan taburan bintang yang kadang terturup awan. Anganku menerawang terbang memutar kenangan akan kisah cinta lalu yang ternoda oleh pesona kepalsuan serta lembutnya kasih seorang pendusta.

Beberapa waktu yang lalu, aku sempat bahagia karena merasa telah menemukan seseorang yang mampu mengisi kekosongan dihatiku. Kehadirannya mampu merubah segalanya. Kehampaan yang kupunya diganti dengan keceriaan yang membius hingga tak sadar jika dalam waktu yang bersamaan ia berikan juga derita yang berkepanjangan.


Ia lahir dibulan Mei sesuai dengan namanya Meilani Ristiani, namun saat ini aku lebih senang memanggilnya PG (dibaca; Peji. Singkatan; Play Girl). Tidak terlalu cantik memang, tapi bagiku cukup menarik, tidak pula pintar, kecuali berbohong, baik juga tidak; jika kalian menganggap wanita muda perokok adalah tabu.
Saat perkenalanpun semua biasa saja, sama sekali tak ada yang berkesan. Namun entah mengapa Dia yang kuanggap biasa mampu membuatku gila karena tak bisa melupakan wajahnya hingga mendorongku untuk masuk lebih dalam mengenal dirinya.
Keinginan yang besar akan dirinya menyuburkan tunas-tunas kerinduan dalam hatiku dimana bayangannya selalu datang tatkala kumulai pejamkan mata.

Kau tahu ?
Kerinduan datang bersama duka dan nestapa dimana kesunyian selalu menemani disaat kujauh darinya, tanpa waktu tanpa batas.
Setiap hari kunanti pertemuan sebagai pengobat rasa rinduku, namun setelahnya perpisahan selalu saja meninggalkan jejak-jejak hampa seakan waktu mati dan tak mampu berjalan lagi untuk menghapusnya. Lalu atas dasar kerinduan yang memberat kucoba memberanikan diri untuk bicara mengungkap tabir dari rahasia rasa yang lama terpendam didasar jiwa sang pencinta, dan hasilnya tidaklah sia-sia, semua bisa berjalan sesuai harapan.
Bayangkan !!! Betapa bahagianya aku. Harapan serta keinginan berjalan beriringan mencapai tujuan. Tanganku tak mungkin bertepuk bila hanya sebelah.

Esoknya. . .

Masih dalam keadaan riang penuh senyum kebanggaan karena apa yang ku impikan menjadi kenyataan. Dan seperti biasa rutinitas pertemuan dengannya telah tiba. Aku mulai berjalan dengan langkah membara penuh semangat. Kusapa ia dengan kelembutan sapa terbaik yang pernah kuberikan, kuhiasi wajah dengan keramahan senyum. Semuanya terlihat harmoni dengan suasana hatiku yang sedang berbunga. Lalu kupegang tangannya penuh kehangatan, kukecup keningnya penuh kasih sayang. Semuanya terasa begitu cepat hingga tak terasa saat perpisahan pun tiba mengganti kebersamaan yang bahagia dengan kehampaan.

Kemudian apa yang terjadi ??
Sesaat yang lalu kutinggalkan, sesaat kemudian didepan mataku ia memeluk pria lain sama seperti pelukan yang tadi ia berikan padaku. Kening yang tadi kukecup ia berikan juga pada pria itu. Sungguh tak kusangka, kebahagiaan dan derita mampu ia berikan dalam waktu yang bersamaan. Seorang wanita yang suatu saat menjadi pemilik surga ditelapak kakinya tega memberi neraka pada pria yang mencintainya.

" Sungguh tragis "

" Adakah yang pernah merasakannya ? "

" Serta adakah yang sanggup menerimanya ? "


Pukul 23.53 wib.

Aku tersadar dari lamunan dengan pertanyaan yang tak mungkin ku jawab serta mencoba menerima kenyataan bahwa setiap langkah yang kulakukan adalah harapan demi tercapainya suatu tujuan, namun kadang rintangan datang dengan wajah penuh kepalsuan dimana tak seorangpun mampu mengira jika kebahagiaan yang ia beri merupakan awal dari sebuah kematian. Akan tetapi semuanya tak membuatku putus asa karena suatu saat semuanya pasti terbalaskan. Aku yakin dengan seyakin-yakinnya keyakinan yang kumiliki jika setiap perbuatan pasti ada balasan.

Esok aku harus tetap berjuang menjalani hidup yang penuh dengan warna, karena disitulah letak keindahannya. Ibarat lukisan yang tak mungkin indah bila hanya terdiri dari satu warna.

Terima kasih tuhan, kau berikan aku pelajaran dari hakikat sebuah rasa yang kau anugerahkan. Aku yakin Engkau Maha tahu dan mendengar segala pintaku; 'Berikanlah aku yang terbaik untuk hidup dan kesempurnaan untuk matiku'. Amin...
_______________________________
My Memory in Cimahi, 26 Agustus 2009.

2 komentar:

  1. wadduh, patah hati nih?
    like what i've said "be positive all the time" yaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha,,,
      Ini mah cerita cinta tiga tahun yang lalu waktu dibandung, Teteh... :)

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya serta atas semua apresiasi yang telah diberikan.
Semoga kebaikan selalu menyertai kita semua.
Aamiin.