Total Tayangan Halaman

"That's what friends are for?"

That's what friends are for? Mereka ada untuk mengkritik kita, mengingatkan ketika kita sudah berada diluar jalur, terkadang mereka juda ada untuk mencerca. Tapi tak apa, itu adalah pertanda bahwa kita tak selamanya benar, tak seterusnya kita menjadi primadona, apa yang kita katakan mesti merka sukai, status yang kita bikin harus mereka komentari. Namun, terkadang tiba-tiba mereka juga memuji. Memenuhi hati kita dengan keriangan, kesenangan, memberikan kita makna tentang sesuatu yang cetar membahana badai, seperti Syahrini bilang. Kita merindukan mereka. Kita adalah teman mereka, dan kita adalah teman bagi orang lain.

That's what friends are for? Mereka ada untuk menyakiti kita, karena kebanyakan kita disakiti oleh orang-orang yang kita kenal, jarang bila secara tiba-tiba kita disakiti oleh orang yang tidak kita kenal. Kalaupun pernah, itu bisa lebih menyakitkan. Dari sana kita bisa belajar menenun sabar dan tabah. Mungkin juga secara tidak sadar kita berlaku seperti itu kepada orang lain.

That's what friends are for? Mendengarkan keluhan kita tentang bagaimana beratnya rintangan Kehidupan, besarnya masalah yang kita alami, dan dengan entengnya mereka akan menjawab; "Santai, bro !". Kita bahkan sudah tidak ingat bahwa teman kita adalah penggemar berat film legenda dangdut Bang Haji Rhoma Irama dan lainnya menggemari rock and roll atau juga musik sendu melayu.

Itulah gunanya teman. Tapi teman tidak berguna bila kamu ingin mempunyai keturunan. Yang kamu butuhkan adalah seorang Istri. Bukan teman. Sejuta teman tidak bisa memberikan keturunan, tapi satu istri, bisa memberikanmu rasa seakan memiliki sejuta teman.

Jadikanlah istrimu sebagai teman. Tapi jangan jadikan temanmu sebagai istri, terlebih jika temanmu itu laki-laki.

5 komentar:

  1. Aeh, naha kitu? Pan tos berteman tikamari oge dina pesbuk. naha ngajakan berteman deui? da teu ngaraos putus pertemanan Kang Haji Mah,,,
    hehehe,,,

    BalasHapus
  2. Hyaaaaa
    nice dah tulisannya...

    :D
    di akhir sangat membuat ngakak...
    bernada datar tapi tajam belok ke lucu :-)

    but, its true
    terimakasih kang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Kang Fikri.
      memang beginilah Kang haji, selalu berbelok, karena takut nabrak,,
      hehehe,,,

      Makasih banyak buat apresiasinya,,, :)

      Hapus
  3. idem pisan sareng kan Fikri, kang Haji! seukeut...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aeh, gening aya urang Cimahi.
      Nuhun parantos kersa sumping.
      Asa inget kapungkur nuju sok nongkrong di tagog cibabat, mun minggu ka brigif,,,
      hahay,,,asa kangen ka barudak ditu,,

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya serta atas semua apresiasi yang telah diberikan.
Semoga kebaikan selalu menyertai kita semua.
Aamiin.