Total Tayangan Halaman

" CERITA NYATA : MIMPIKU TADI MALAM"


Kungsi Di upload dina pesbuk Haji Nonoh kaping 2 Juni 2011 pukul 18:28


Malam tadi aku bermimpi. Dalam mimpi itu aku berada disebuah tempat wisata diluar kota Sukabumi. Tepatnya dikota mana, aku tak tahu. Aku berangkat dengan naik angkutan AKDP(angkutan kota dalam provinsi). Itulah yang membuat aku yakin kalau aku berada diluar Kota Sukabumi. Ditempat wisata entah berantah itu aku bertemu dengan sahabat yang kukenal lewat dunia maya (Facebook). Katanya Ia berasal dari Skotlandia. Lalu kami ngobrol panjang lebar, entah apa yang kami bincangkan. Aku sama sekali tak tahu. Karena bahasa inggris british ku bertabrakan dengan bahasa skotlandia yang ia banggakan (jangan percaya, yang kubisa hanya bahasa lokal dan nasional. Hehehe,,,).

Meski gak nyambung kami tetap saja ngobrol. Selepas itu, aku diajaknya berkeliling di skotlandia sana. Aku tahu itu Skotlandia karena aku melihat pedang William Wallace tertancap ditengah padang rumput, bekas perang dulu dengan inggris, seperti yang kuingat dalam suatu adegan film Brave Heart yang diperankan MelGibson (kalau tak salah tulis judul dan pemerannya).

Setelah itu semua berubah. Yang kuinjak kini bukanlah padang rumput skotlandia tapi jalanan ramai ditengah kota London-Inggris. Sungguh aneh mimpiku ini, semua berubah tanpa terasa; hanya ada dalam dunia mimpi. Kawanku yang berasal dari skotlandia pun lenyap entah kemana. Aku ditinggal sendiri dikota London.


Ditengah jalan kota London sedang berlangsung karnaval pelajar SMA. Para pelajar tumpah ruah dijalan protokol kota London, ada yang meniup terompet, ada yang menghamburkan potongan kertas-kertas kecil warna-warni, ada pula yang jungkir balik layaknya akrobatik yang tiada lelah membanting diri. Di pinggiran jalan, bertebaran pedagang kaki lima dadakan yang menjajakan dagangannya diatas sehelai karpet plastik (terpal). Ada yang menjual buku, ada yang menjual ATK (alat tulis kantor), ada pula yang menjual peralatan dapur, seperti; piring, gelas, sendok, wajan, dan sebagainya. Wuih,,,kok suasananya berubah, kini aku berada di Gasibu secara tiba-tiba; yang pada kenyataannya suasana Gasibu memang seperti itu di setiap hari minggu, sesuai dengan apa yang nampak dalam mimpiku. Sekedar pemberitahuan, gini-gini juga saya mah ngalaman cicing dibandung opat taun kuli macul. Hehehe,,

Orang-orang berdesakan mencari celah diantara pejalan yang berjibun, ada pula yang tawar-menawar harga dan memilih barang. Tiba-tiba. Bleg,,,!!! Aku kembali ketempat wisata entah berantah tadi. Aku kebingungan, setengah berlari mencari-cari bis AKDP yang kutumpangi sebelumnya. Aku takut ditinggalkan. Aku ingin sekali pulang ke Sukabumi. Akhirnya kutemukan bis itu, didalam bis ibuku sedang kuatir menunggu (aneh,,,kok tiba-tiba ibuku ada disini ??), kemudian beliau bertanya; "Geus timana, Kasep ?? Meni lami ??" (sudah darimana, Ganteng ?? Kok lama ??). Aku tersenyum sambil menjawab dengan sedikit sombong; "Tos ameng ti London sareng rerencangan" (habis maen di London sama temen). Mendengar jawabanku, raut muka ibu berubah kaget. "Hah,,!! Ti London ??" (hah,,!!! Dari London ??) Tanya beliau meminta ketegasan. "Muhun, London-Inggris" (Ya, London-Inggris). Jawabku penuh ketegasan dan sedikit bertambah sombong.

Mendengar itu, harusnya ibuku bangga karena anaknya bisa main ke London, namun sayang yang kutemukan hanya kegelisahan. Itu terlihat jelas dari raut mukanya yang bertambah kusut dibanding tadi. Tapi beliau bersyukur karena aku kembali dengan selamat. Kemudian Beliau menuturkan pengalamannya di London lalu berpesan agar jangan pernah menginjak salah satu tempat di London (yang nama tempatnya begitu asing kudengar dan tak bisa kutulis karena memang benar-benar tak tahu dan susah sekali ku ingat ejaannya). Di tempat itu terdapat banyak sekali anjing galak. Barang siapa yang masuk ketempat itu, pasti akan berakhir maut dikeroyok dan dicabik-cabik oleh taring anjing-anjing yang lapar. Mendengar tutur Beliau, kesombonganku yang tadi mulai meninggi kini padam tak bersisa, tiada lain karena ternyata Ibuku lebih mengenal London daripada aku. Bete, kesel. :-(

Bis kemudian berangkat, ditengah perjalanan bis singgah disebuah tempat istirahat (rest area). Sang supir memarkirkan mobil dipinggir danau yang sangat indah.
Disebuah gedung tak jauh dari danau, ada kerumunan massa yang begitu banyak hingga sampai ke bibir danau. Aku turun dari bis membawa rasa penasaran yang besar, lalu bertanya kapada salah seorang Pria yang berdesakan dikerumunan itu. "Aya naon ieu teh, Kang ?? Meni rame kieu ?? (Ada apa, bang ?? Kok rame begini ??)". Pria itu menjawab tanpa memalingkan muka; "Aya pamimpinnagara urang euy(*)" (Sedang ada kunjungan pemimpin negara kita)*. Mendengar berita itu, aku bahagia bukan kepalang. Aku segera berlari kedalam bis mengambil kamera digital. Aku bahagia bukan karena memang senang bertemu pemimpin negara kita, tapi sebaliknya. Aku sangat senang dan bahagia karena bisa melepaskan kekesalanku dan kekecewaanku padanya. Kamera digital yang kubawa bukanlah untuk mengambil gambarnya, tapi untuk ku lempar kewajahnya. Entah kenapa aku punya niat dan rencana seperti itu. Namun sayang seribu kali sayang. Mimpi memang begitu absurd alias tak jelas awal ujungnya, begitu banyak hal yang tak terduga. Kamera yang kubawa tiba-tiba jatuh ditengah kerumunan.

Aku merangkak mencari kamera digitalku yang sepertinya tertendang kesana kemari oleh kaki-kaki mereka yang berkerumun. Tak lama kemudian, aku melihat tali kameraku lalu kuraih dan ku ambil. Namun anehnya begitu kutarik, kamera yang tadinya menggantung diujung tali kini berubah menjadi Hape (Hand phone). Aku teramat sangat marah, kesel, benci berbaur jadi satu. Lalu kubanting hape itu hingga hancur tercerai berai. Aku marah karena pikirku hape tidak cukup membuat sakit jika ku lempar kewajah pemimpin negara kita yang sedang berkunjung itu.

Hape yang sudah hancur, sama sekali tak ku sesali, namun aku jadi bingung sendiri mencari simcardku yang ikut terbanting dan tercampur dengan ceceran kepingan tubuh hape yang telah terbagi-bagi. Tiba-tiba muncul seorang wanita cantik menyapa; "Nuju milarian Sim Card sanes ??" (Lagi nyari Sim Card bukan ??). Aku menjawab seperlunya; "Muhun" (Iya). Wanita itu merogoh sakunya; "Ieu Sim Card nu akang mah, tapi hoyong ditebus 25 rebu" (ini sim card punyamu, tapi tebus 25 ribu). Mendengar tawaran itu, aku semakin marah dan beringas karena sim card yang kupakai adalah GSM ( maap, aku tak sebutkan produknya ), sedangkan ia menyodorkan sim card CDMA. Saking marahnya langsung saja kujambak gadis itu, lalu kutarik ketepian danau, kemudian kuseret kedalam bis dan hendak kuperkosa. Namun gadis itu malah tersenyum manja, bahkan mengangkang seolah menantang agar aku segera menghunuskan pedang.

Sebagai Pria sejati, ditantang seperti itu sama sekali tak membuatku goyah sejengkalpun, segera saja kuhunus pedangku, lalu, , , , ,

"Hdang,,hudang,,,geus subuh yeuh" (Bangun,,,bangun,,,dah subuh nih"). Aku terbangun setelah ibu menyiramku dengan air dan menyuruh solat subuh padahal mimpi ini sedang menuju puncaknya mimpi. Tambah bete ja ma ibuku. Sudah tiba-tiba muncul dalam mimpiku dan melemahkan kesombonganku tentang London, kini menyiramku disaat mimmpiku menuju puncaknya mimpi. :-( Hehehe,,,,

============================================================================ ======
(*) Kenapa aku berniat melempar pemimpin negara kita ?? (maap juga aku tak bisa sebutkan nama pemimpin negara kita yang ada dimimpiku, tapi aku yakin kalian bisa menebak siapa presiden kita saat ini). Aku tak suka pada pemimpin negara kita tercinta ini bukan karena alasan ideologis atau politis, tapi karena hal lain. Yaitu ketika pemimpin yang AKU percaya (aku disini adalah rakyat) malah mengecewakanku dengan menaikkan harga BBM tanpa tedeng aling-aling. Pengajian anak-anak dikampung sodara-sodaraku yang memang belum tersentuh listrik tak bisa lagi dilanjutkan karena tak ada penerangan. Minyak tanah sebagai satu-satunya sumber penerangan kini mahal dan susah ditemukan. Biasanya pengajian dikampung sodara-sodaraku berlangsung selepas solat berjamaah magrib dan berakhir selepas berjamaah solat isya (sekitar pukul 18.15 s/d 19.30 wib).

Kenapa gak pindah ke sore atau siang ??? Mungkin itu yang menjadi pertanyaan kalian yang membaca tulisan ini.

Anak-anak kampung sodara-sodaraku adalah anak-anak yang super sibuk. Lepas subuh ketika sang fajar muncul mereka berjalan berangkat sekolah menuntut ilmu hingga tengah hari. Meski perjalanan hanya ditempuh dengan kaki-kaki mereka yang lembut, namun tak menjadikannya lemah dan lelah. Ditengah hari usai sekolah hingga ashar, mereka punya kesibukan yang lain. Ada yang menggembala kerbau, ada yang bantu orang tuanya berkebun (seperti; nyangkul, nyiram palawija, bajak sawah, dsb. Meski mereka tak sepenuhnya bekerja tapi sedari kecil mereka telah belajar langsung dilapangan tak hanya disekolah, sehingga mereka paham akan perjuangan orang tua mereka dalam menafkahi mereka). Ada juga sebagian dari mereka yang pergi ke hutan mencari kayu bakar tuk dijual atau memang untuk mereka pake sendiri. Ashar mereka pulang, namun bukan seperti sebagian dari kalian yang berleha-leha menonton TV atau nongkrong di perapatan jalan maupun di Mall sambil menghamburkan uang jajan yang memang gampang kau dapat dari orang tuamu. Mereka pergi menanggung ember ke sumur guna memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih. Hingga menjelang magrib, barulah mereka selesai. Jadi tak ada waktu tuk mengalihkan pengajian ke pagi atau siang.

MAKA,,,,DEMI WAKTU MAGRIB DAN ISYA,,,TERKUTUKLAH PARA PEMIMPIN YANG MENAIKKANHARGA BBM TANPA TEDENG ALING-ALING.
Hehehe,,,,

Peace,,,,,ini cuma mimpi.


Ttd
Haji Nonoh / AlmarhumKabayan / A.S.H

(....bukan mahasiswa, bukan cendikiawan, bukan pula politikus apalagi Ustad,,Aku hanyalah rakyat biasa yang ingin diperlakukan sama oleh negara, jangan seperti ini dikucilkan dan dikecilkan dikampung kami....)


(Km, 02.06.11)
# 13.17 wib s/d 17.18 wib #

8 komentar:

  1. Balasan
    1. waaahhhay tukang bajigur,,gur,,,guru sakola desa,,sa,,saban poe ngajar,,jar,,,jarum paranti ngaput,,put,,,
      hehehe,,,,

      kang dedi atuh lah !!

      Hapus
  2. Balasan
    1. Hehehe,,,saratna kedah saum heula ulah nuang kalapa sareng tangkalna,,,

      Hapus
  3. mimpinya keren sekali kang...memang terkadang mimpi itu radak gak jelas gitu, ketemu teman tapi bule dan dalam mimpi seolah-olah kita bisa ngbrol asyik dg bahasa asing..:D
    cerita mimpi dan diambil hikmahnya agar hidup lebih berwarna, keep blogging kang.:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Kang!! :)

      Namanya juga mimpi bisa kemana aja alurnya..hehehe
      maaf baru sempet dibales, dan makasih atas kunjungannya...

      Hapus
  4. Wah ngimpi na seru pisan kang eum..hehe

    kamana bae ath asa nembe ningal deui, kumaha damang kang haji??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kabita nyak? hehehe...

      aya wae, kang...biasa we sibuk kuli macul..hehehe..
      alhamdulillah jag-jag waringkas,,,kumaha sawangsulna?

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya serta atas semua apresiasi yang telah diberikan.
Semoga kebaikan selalu menyertai kita semua.
Aamiin.